Teman


Bukan berkubu kubu, bukan pula ingin mengelompok. Tetapi pada akhirnya, berteman adalah pada siapa yang sepemikiran, dengan tempo langkah yang seirama, meski terkadang keras teriak kami tidak sama.

Berteman adalah pada siapa yang tertawa satu sama lain untuk menghentikan tangis, meski ternyata sulit terhenti saat kita sama sama pergi.

Dahulu; pada mulanya, kita adalah asing yang terperangkap pada suasana tak mengerti satu sama lain. Pada pola pikir, cara pandang, sifat, gaya hidup dan cara bicara yang berbeda.

Foto: 2015


Lalu kita bersatu, dengan tanpa menyadari bahwa kita melalui waktu dan menciptakan kenagan sebanyak itu; yang akhirnya harus terhenti, karena kita punya mimpi yang lebih tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s